Thursday, January 18, 2007

Setiap kali aku menoleh ke belakang
Mencari-cari titik punca keretakan
Ku sedari tak wajar dipersalahkan
Dirimu yang kian ketandusan perasaan

Sesungguhnya yang tersilap diriku sendiri
Menaruh harapan padamu terlalu tinggi
Sangkaku orang memberi kita berbahasa
Tak terlintas susu disaji dibalas tuba

Setiap pengorbanan, setiap pemberian
Ku lakukan untukmu penuh ketulusan
Tiada yang diharap selain kejujuran
Bila diri dikhianati sungguh aku terkilan

Sememangnya bukan engkau bukan dia
Penilaianku dulu dikelabui mata
Namun ku temui hikmah di sebalik tragedi
Teman sejatiku hanyalah Dia yang abadi


Ketahuilah...
Aku menangis saat kau ketawa gembira....
terima kasih untuk torehan luka yang paling dalam...

No comments: